SILENT KILLER DISEASE
(DIABETES MELLITUS)
Apa itu "silent killer disease"? "Silent Killer Disease" adalah sebutan bagi penyakit yang timbul hampir tanpa indikasi awal, namun tiba-tiba rasa sakit itu datang tak tertahankan. Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit "sillent killer disease". Tepatnya hari ini tanggal 18 April 2013 diperingatinya Hari Diabetes Mellitus
Nasional. Apa sebenarnya Diabetes Mellitus (DM) itu? Nah, artikel ini akan menjelaskan
kepada Anda tentang apa sebenarnya DM itu.
PENGERTIAN DIABETES MELLITUS
Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit ketika kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.
Apa itu insulin? Insulin adalah hormon yang dilepaskan pankreas yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi (Shanty, 2011).
Nah, berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita DM jika memiliki kadar gula puasa 126 mg/dl dan pada tes sewaktu >200 mg/dl.
Kadar gula darah seanjang hari bervariasi dan akan meningkat setelah makan dan
kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari
setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dl darah. Kadar gula darah
biasanya kurang dari 120-140 mg/dl pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang
mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.
Diabetes Mellitus (DM) itu sendiri dibagi menjadi 2 yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Penyakit diabetes tipe 1 sering disebut Insulin Dependent Diabetes
Mellitus atau Diabetes
Mellitus yang Bergantung pada Insulin. Jadi diabetes tipe 1 berkaitan
dengan ketidaksanggupan pankreas untuk membuat insulin. Sedangkan, Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non-Insulin Dependent
Diabetes Mellitus atau Diabetes
Mellitus Tanpa Bergantung pada Insulin. Berbeda dengan diabetest tipe 1,
pada tipe 2 masalahnya bukan karena pankreas tidak membuat insulin tetapi
karena insulin yang dibuat tidak cukup. Kebanyakan dari insulin yang diproduksi
dihisap oleh sel-sel lemak akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik.
GEJALA DIABETES MELLITUS
Ada tiga gejala umum yang menandai penyakit DM. Gejala tersebut antara lain poliuria (urinasi/ kencing yang sering), polidipsi (banyak minum akibat tingkat kehausan yang tinggi), dan polifagi (nafsu makan yang tinggi).
Gejala DM berbeda menurut tipenya. Pada DM tipe 1, penderita hampir selalu megalami penurunan berat badan. Namun, pada penderita DM tipe 2, penderita tidak selalu mengalami penurunan berat badan.
PENGOBATAN DIABETES MELLITUS
Tujuan utama pengobatan DM adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah dalam kisaran normal sulit untuk dipertahankan. Pengobatan DM meliputi pengendalian berat badan, olahraga, dan diet. Seseorang yang obesitas dn menderita DM tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badan dan berolahraga secara teratur. Biasanya untuk penderita DM yang sulit menurunkan berat badan biasanya diberikan terapi insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per oral.
Ok para readers, mencegah itu lebih baik daripada mengobati, jadi marilah kita menjaga pola makan kita dan rajin beraktivitas agar terhindar dari penyakit "sillent killer". Hidup sehat!! ^_^



