Kamis, 18 April 2013

Hari Diabetes Mellitus Nasional

SILENT KILLER DISEASE
(DIABETES MELLITUS)


Apa itu "silent killer disease""Silent Killer Disease" adalah sebutan bagi penyakit yang timbul hampir tanpa indikasi awal, namun tiba-tiba rasa sakit itu datang tak tertahankan. Diabetes Mellitus (DM) adalah salah satu penyakit "sillent killer disease".  Tepatnya hari ini tanggal 18 April 2013 diperingatinya Hari Diabetes Mellitus Nasional. Apa sebenarnya Diabetes Mellitus (DM) itu? Nah, artikel ini akan menjelaskan kepada Anda tentang apa sebenarnya DM itu.

PENGERTIAN DIABETES MELLITUS
Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu penyakit ketika kadar glukosa (gula sederhana) di dalam darah tinggi karena tubuh tidak dapat melepaskan atau menggunakan insulin secara cukup.
Apa itu insulin? Insulin adalah hormon yang dilepaskan pankreas yang bertanggung jawab dalam mempertahankan kadar gula darah yang normal. Insulin memasukkan gula ke dalam sel sehingga bisa menghasilkan energi atau disimpan sebagai cadangan energi (Shanty, 2011).


Nah, berapa kadar gula darah yang disebut tinggi? Menurut kriteria diagnostik PERKENI (Perkumpulan Endokrinologi Indonesia) 2006, seseorang dikatakan menderita DM jika memiliki kadar gula puasa 126 mg/dl dan pada tes sewaktu >200 mg/dl. Kadar gula darah seanjang hari bervariasi dan akan meningkat setelah makan dan kembali normal dalam waktu 2 jam. Kadar gula darah yang normal pada pagi hari setelah malam sebelumnya berpuasa adalah 70-110 mg/dl darah. Kadar gula darah biasanya kurang dari 120-140 mg/dl pada 2 jam setelah makan atau minum cairan yang mengandung gula maupun karbohidrat lainnya.

Diabetes Mellitus (DM) itu sendiri dibagi menjadi 2 yaitu DM tipe 1 dan DM tipe 2. Penyakit diabetes tipe 1 sering disebut Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus yang Bergantung pada Insulin. Jadi diabetes tipe 1 berkaitan dengan ketidaksanggupan pankreas untuk membuat insulin. Sedangkan, Penyakit diabetes tipe 2 sering juga disebut Non-Insulin Dependent Diabetes Mellitus atau Diabetes Mellitus Tanpa Bergantung pada Insulin. Berbeda dengan diabetest tipe 1, pada tipe 2 masalahnya bukan karena pankreas tidak membuat insulin tetapi karena insulin yang dibuat tidak cukup. Kebanyakan dari insulin yang diproduksi dihisap oleh sel-sel lemak akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik.

GEJALA DIABETES MELLITUS
Ada tiga gejala umum yang menandai penyakit DM. Gejala tersebut antara lain poliuria (urinasi/ kencing yang sering), polidipsi (banyak minum akibat tingkat kehausan yang tinggi), dan polifagi (nafsu makan yang tinggi).
Gejala DM berbeda menurut tipenya. Pada DM tipe 1, penderita hampir selalu megalami penurunan berat badan. Namun, pada penderita DM tipe 2, penderita tidak selalu mengalami penurunan berat badan.

PENGOBATAN DIABETES MELLITUS
Tujuan utama pengobatan DM adalah untuk mempertahankan kadar gula darah dalam kisaran yang normal. Namun, kadar gula darah dalam kisaran normal sulit untuk dipertahankan. Pengobatan DM meliputi pengendalian berat badan, olahraga, dan diet. Seseorang yang obesitas dn menderita DM tipe 2 tidak akan memerlukan pengobatan jika mereka menurunkan berat badan dan berolahraga secara teratur. Biasanya untuk penderita DM yang sulit menurunkan berat badan biasanya diberikan terapi insulin atau obat hipoglikemik (penurun kadar gula darah) per oral.

Ok para readers, mencegah itu lebih baik daripada mengobati, jadi marilah kita menjaga pola makan kita dan rajin beraktivitas agar terhindar dari penyakit "sillent killer". Hidup sehat!! ^_^

Selasa, 16 April 2013

Apa Itu Fakultas Kesehatan Masyarakat?

Apa Itu Fakultas Kesehatan Masyarakat?

Tetangga :"Kuliah dimana nak?" tanya seorang ibu tetangga kepadaku.
Aku : "Di Universitas Jember buk" jawabku.
Ibu : "Jurusan apa?"
Aku : "Kesehatan Masyarakat bu"
Ibu : "Oh.. bidan ya"
Aku : "Bukan buk"
Ibu : "Berarti kalau gak bidan pasti dokter atau perawat ya?"
Aku : "Bukan juga buk"
Ibu : "Lah terus Kesehatan Masyarakat itu apa?"
Aku : ............... (agak kecewa) :(

Nah, pertanyaan di atas itu saya alami beberapa kali saat saya berstatus menjadi mahasiswa baru (MaBa) di Universitas Jember dan mengambil Fakultas Kesehatan Masyarakat. Sampai sekarang masih saya temui pertanyaan seperti itu, bahkan parahnya saudaraku sendiri juga bertanya seperti itu kepadaku (so sad). Lalu, apa yang seharusnya saya jawab? Tentunya sebagai seseorang yang sedang belajar dan mendalami ilmu Kesehatan Masyarakat, saya akan menjawab sesuai dengan kemampuan penanya. Yah, hitung-hitung latihan buat persiapan penyuluhan dan sosoalisasi kepada masyarakat. ^_^

Untuk teman-teman yang penasaran dengan "Kesehatan Masyarakat" atau buat adik-adik yang mau melanjutkan ke Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta dan menjadikan ilmu "Kesehatan Masyarakat" sebagai salah satu pertimbangan, melalui artikel ini saya akan berbagi tentang "Apa itu Fakultas Kesehatan Masyarakat?"

Ilmu kesehatan masyarakat (Public Health dalam Bahasa Inggris), didefinisikan oleh Professor Winslow dari Yale University (Leavel and Clark, 1958) sebagai ilmu dan seni : mencegah penyakit, memperpanjang hidup, dan meningkatkan kesehatan, melalui “Usaha-usaha pengorganisasian masyarakat “ untuk : (Notoatmodjo ,2003 dalam wikipedia).

Ilmu Kesehatan Masyarakat pada hakikatnya merupakan ilmu yang terdiri dari berbagai macam disiplin ilmu seperti biologi, fisika, kimia, kedokteran, lingkungan, sosiologi, psikologi, antropologi, ekonomi, administrasi, pendidikan, gizi, teknik, dan lain-lain. Namun, secara garis besar, disiplin ilmu tersebut menopang berdirinya kesehatan masyarakat sebagai ilmu yang terbagi ke dalam 7 peminatan, antara lain:
  1. Administrasi dan Kebijakan Kesehatan (AKK)
  2. Epidemiologi
  3. Biostatitika dan Kependudukan
  4. Kesehatan Lingkungan (Kesling)
  5. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
  6. Gizi Kesehatan Masyarakat
  7. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku
Mengapa Ilmu Kesehatan Masyarakat itu multi disipliner? Karena memang pada dasarnya masalah kesehatan masyarakat bersifat multikausal maka pemecahannya harus multidisiplin. Oleh karena itu, masyarakat sebagai seni atau prakteknya mempunyai bentangan yang luas dan tiap orang mempunyai permasalahn kesehatan yang berbeda-beda. Semua kegiatan baik langsung maupun tidak langsung tujuannya untuk mencegah penyakit (preventif), meningkatkan kesehatan (promotif), terapi/ kuratif (mental, sosial, terapi fisik), rehabilitatif kesehatan (fisik, mental, sosial) adalah upaya kesehatan masyarakat (Notoadmodjo, 2003).


Ranah seorang ahli Kesehatan Masyarakat itu, antara lain:
  1. Pemberantasan penyakit menular dan tidak menular
  2. Pemberantasan vektor dan sanitasi lingkungan
  3. Perbaikan gizi masyarakat
  4. Pendidikan kesehatan masyarakat
  5. Pelayanan kesehatan ibu dan anak
  6. Pengawasan sanitasi makanan, tempat umum, obat-obatan
  7. Membina pekerja dan tempat kerja
  8. Mengadvokasi kebijakan berwawasan kesehatan
  9. Mengelola data-data kesehatan
  10. Melakukan surveilans epidemiologi
  11. Mengorganisasikan dan memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu melakukan hidup sehat
  12. Dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang ada di lingkup Kesehatan Masyarakat
Secuil tulisan artikel saya ini merupakan gambaran umum tentang Ilmu Kesehatan Masyarakat, semoga bisa bermanfaat untuk para pembaca yang belum tahu dan bagi orang-orang yang bingung tentang "Kesehatan Masyarakat" itu apa agar bisa tahu gambarannya secara umum. Bagi mahasiswa yang sudah masuk di Fakultas Kesehatan Masyarakat bernahagialah dan berbanggalah karena tugas kalian sangat mulia, khususnya bagi almamater FKM UNIVERSITAS JEMBER. ^_^

Minggu, 14 April 2013

HARI KESEHATAN DUNIA 2013




Tahukah kamu, Hari Kesehatan Dunia 2013 (HKD 2013) jatuh pada tanggal berapa?? HKD 2013 jatuh pada hari Minggu, 7 April 2013. Kali ini tema yang diusung untuk peringatan HKD 2013 yaitu hipertensi (darah tinggi).  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), menyerukan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit yang juga dikenal dengan nama darah tinggi.

Hipertensi diperkirakan mempengaruhi lebih dari satu dari tiga orang dewasa usia 25 tahun ke atas atau sekitar satu miliar orang di seluruh dunia. Penyakit ini mengakibatkan hampir 9,4 juta kematian akibat serangan jantung dan stroke setiap tahun. Penyakit ini juga meningkatkan risiko gagal ginjal dan kebutaan, kata Direktur Jenderal WHO Margaret Chan dalam pertemuan bagi peringatan Hari Kesehatan Dunia di Markas WHO di Jenewa. Hipertensi biasanya tidak memperlihatkan gejala apa pun selama bertahun-tahun atau bahkan beberapa dasawarsa dan tanda peringatan dini penting akan lewat tanpa perhatian, kata Direktur Jenderal WHO tersebut.

"Tujuan kita hari ini ialah membuat orang menyadari perlunya untuk mengetahui tekanan darah mereka, memberi perhatian serius pada tekanan darah tinggi, kemudian melakukan pemantauan," kata Chan sebagaimana diberitakan Xinhua, Jumat (5/4/2013). Chan menekankan bahwa mengetahui tingkat tekanan darah adalah langkah penting pertama untuk mencegah serta mengendalikan hipertensi.

Menurut laporan tersebut "A Global Brief on Hypertension silent killer, global public health crisis", yang dikeluarkan oleh WHO pada Rabu, Afrika menghadapi prevalensi hipertensi tertinggi, 46 % orang dewasa yang berusia 25 tahun dan lebih , sementara negara-negara Amerika paling rendah, 35 %. Berkat kebijakan masyarakat yang tepat dan akses lebih baik ke perawatan kesehatan, negara dengan penghasilan tinggi memiliki prevalensi hiperteni lebih rendah, 35 %, dibandingkan dengan negara yang berpenghasilan rendah dan menengah. Pencegahan dan pemantauan hipertensi memerlukan upaya dari pemerintah dan pembuat kebijakan, dan pekerja kesehatan, masyarakat peneliti akademis, masyarakat sipil, sektor swasta dan keluarga serta per orangan, semuanya, memiliki peran untuk mereka mainkan, kata laporan tersebut.

Hari Kesehatan Dunia, yang menandai peringatan berdirinya WHO pada tahun 1948, dirayakan setiap tahun pada 7 April, dengan menampilkan bidang prioritas dalam kesehatan masyarakat global. Tema Hari Kesehatan Dunia 2013 adalah tanggapan bagi Deklarasi Politik PBB mengenai Penyakit yang Tidak Menular, yang disahkan pada 2011. Berdasarkan kesepakatan itu, semua negara diminta memberi tekanan lebih besar pada upaya mendorong aksi kesadaran masyarakat untuk meningkatkan pencegahan dan pemantauan penyakit yang tidak menular seperti sakit jantung dan stroke, kata organisasi kesehatan dunia tersebut.

Mulai sekarang mulailah bergaya hidup sehat dengan makan makanan rendah lemak, garam, dan kolesterol, olahraga teratur serta rutin check tekanan darah. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Salam Sehat!!