Perpisahan Terindah
Entah kenapa tiba-tiba aku kangen dan merasa kehilangan sosok kakak di kosan. Dulu aku orangnya tertutup dan gak akan mau cerita panjang lebar soal masalah hati dengan orang lain apalagi dengan orang baru yang aku anggap asing, tapi gak tahu kenapa kalau aku sharing bareng mb Z hati rasanya plong. Bukan masalah hati saja sih tapi juga masalah kuliah sampai hal-hal lain yang mungkin oramg-orang menganggapnya gak penting. Namun, semua itu bisa membuat beban pikiran kita berkurang.
Banyak pelajaran hidup yang aku dapat sejak aku mengenal mb Z. Salah satunya soal cita-cita, dia pernah bilang kepadaku, “Kamu jangan pernah menyerah karena sesuatu yang kamu impi-impikan gak terwujud atau gagal terwujud karena kamu belum mencoba itu sampai 1000 kali.” Hmm, cucok banget deh kakak ketemu gedeku ini. Oh iya, ngomong-ngomong kalau usahamu sudah 1000 belum juga terwujud maka banyak-banyaklah berdoa dan selalu positif thinking dengan rencanaNYA yang pasti lebih indah dati rencana kita. :’)
Allah itu sesuai prasangka hambanya, jadi harus positif thinking seperti pesan mb Z padaku. Ya memang terkadang usaha kita gak sesuai dengan hasil yang diinginkan atau dalam bahasa matematikanya itu usaha berbanding tegak lurus dangan hasil. Mb Z itu sosok kakak yang memiliki impian tinggi meski menurut logikaku sih itu sulit tapi dia bisa. ^_^
Salah satu impian yang sampai saat ini belum tercapai itu untuk melanjutkan studinya ke luar negeri khususnya di Australia mau nyusul petualangannya Radityadika katanya, tapi sayang kenyataannya tak sesuai dengan harapannya. Dua kali dia ikut dan lolos tapi saat tes terakhir dia gagal dan kembali ke kosan dengan tangan hampa dan masih saja dia ingat dengan sodara dan adik-adiknya di kosan tercinta jadi gak jadi hampa tapi bawa buah tangan. Hehehe
Oh iya aku lupa, saat mb Z ikut tes beasiswa dia dipersulit izinnya oleh atasan dimana dia bekerja. Mungkin iri ya karena gak kalah bersaing sama kakak *eh.. Untuk tes ketiga yang dia ikuti dia gak punya persiapan 100% karena dia sudah pesimis dengan hasilnya (kalau yang ini gak boleh dicontoh ya >> maksudnya sifat pesimisnya).. Hmm, memang rencana dan rezeki Allah itu tak terduga dan datang dari segala penjuru. Saat pengumuman dia diterima di Universitas negeri di Indonesia dan lumayan masuk Universitas terbagus di sini, yah meski harapannya kuliah ke luar negeri gagal seenggaknya gak nihil lah.. Congratulation ya buat mb Z!!
Nah, saat-saat itu sebenarnya aku bingung menata hatiku maunya sih senang tapi perasaan sedih juga tak bisa aku tutupi, sebentar lagi aku akan ditinggal jauh oleh mb Z, pasti gak ada lagi makan bareng, renang bareng, ngaji bareng, maen pimpong bareng, dan hal-hal yang menyenangkan lagi bareng. So sad :(.. Tapi gak apalah demi kebahagian dan masa depan masing-masing memang seharusnya begini, meski kita berpisah tapi komunikasi gak putus kok dan kita masih bisa bercanda bareng-bareng lagi di tempat yang beda tentunya. Selamat jalan mb Z, semoga aku dan kamu dipertemukan lagi di tempat dan waktu yang berbeda dan tentunya dengan cerita bahagia kita. Amiin :)










