Kamis, 24 Oktober 2013

Rintik Hujan

Kira-kira sudah hujan kelima di musim penghujan ini, sebenarnya belum waktunya musim kemarau berakhir tapi hujan tak mau tahu. Rintik-rintiknya membasahi tanah tempatku tinggal sekarang beda dengan rumahku yang masih musim kemarau. Sambil menunggu hujan reda, aku mendengarkan lagu-lagu Chirtian Bautista, lagu yang dominan romantis dan punya arti dalam banget.

Bulan-bulan sebelumnya aku merasa kurang bahagia dengan hidup ini, mungkin karena terlalu sering memikirkan banana. Apalagi disaat rintikan hujan musim lalu membasahi atap kamar kos yang menimbulkan suara klasik itu. Namun sekarang, hatiku sudah merasa bahagia karena banyak orang yang menginginkan hal ini terjadi padaku. Keluarga, saudara, teman-temanku kalian yang selalu memberikan semangat saat harapanku redup. Memang hidup harus selalu dengan semangat yang membara meski terkadang apa yang terjadi sebelumnya tak sama seperti yang diharapkan. Setiap hari aku selalu memikirkan apa yang terjadi padaku kemarin dan sekarang, memang tak ada yang salah jika semua dipikirkan secara positif, yang salah itu ketika kita memikirkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Ingat waktu terus berjalan begitu juga dengan hidup kita, jika waktu bisa kembali aku ingin tidak pernah mengenalnya secara dalam, hanya sekedar tahu saja menurutku sudah cukup. Semua terjadi bukan secara kebetulan, ada kuasa Allah di dalamnya. Mengenalnya membuat aku bersyukur dalam hidup, tak ada manusia yang sempurna seperti dongeng yang sering didongengkan waktu kecil. Semua punya sisi yang tak akan pernah orang lain tahu tentang itu. 

Banana... dia tak pernah mengeluh tentang sakitnya di depan teman-temannya atau orang yang dianggap dekat olehnya yang hanya beberapa bulan dia kenal, mungkin dia tak tahu kalau aku tahu, padahal aku juga sudah tahu sejak pertama kali dia bilang di opname di RS tapi saat itu aku belum tahu pasti apa nama penyakitnya. Namun itu tak penting, karena sekarang aku sudah tahu dan aku juga tidak bisa membantunya hanya semangat yang bisa kuberikan. Saat ini aku juga tak bisa menyemangatimu
lagi, karena sudah ada rempeyek di sisimu. Saat ini aku hanya berharap yang terbaik untukku dan banana meski jalan sudah tak lagi sama, semoga bahagia menyertai kita. Hati lamaku sudah berganti dengan hati yang baru. Aku hanya perlu belajar, seperti salah satu judul novel karya bang Tere.

Saat rintik-rintik hujan jatuh lagi dikemudian hari, aku hanya akan mengingat mereka di sana dan itu bukan banana. Musim sudah berganti, hati juga berganti, dan waktu tak akan kembali maka selalu indahkan harimu dan perasaanmu dengan hal-hal yang positif. Percayalah setelah rintik hujan itu berhenti, pasti akan ada udara segar setelahnya. Seperti sekarang ini ada seseorang spesial yang selalu menunggumu dengan caranya yang membuatmu melupakan hal yang tak perlu lagi diingat. Hamasah!! (fep) :)