Selasa, 10 Februari 2015

Afraid for Love to Fade

Hai guys, lama gak pernah ngeblog. Kali ini aku mau salin lirik lagu yang bakal buat kalian nangis sambil guling-guling (hahahaha gak segitunya kaleee...).

Lagu yang berjudul "Afarid for Love to Fade" ini salah satu lagunya si tampan Christian Joseph Morata Bautista atau yang lebih dikenal dengan Christian Bautista. Lagu ini terdapat di dalam album ke-4 nya yang diberi nama Romance Revisited: The Love Songs of Jose Mari Chan yang dirilis pada tanggal 20 Agustus 2009 di Filipina dengan label Universal Records. Menurutku setiap lagu yang dinyanyikan Ian artinya dalam banget (meaningful), begitu juga dengan lagu ini. Oke guys, tanpa basa-basi lagi aku mau kasih kalian lirik lagunya. Semoga gak mewek ya.... hehehehe #peace

Afraid for Love to Fade
By Christian Bautista

My head's in a jam can't take you off my mind
From the time we met I've been beset by thoughts of you
And the more that I ignore this feeling The more I find my self believin'
That I just have to see you again 

I can't let you pass me by I just can't let you go
But I know that I'm much too shy to let you know
Afraid that I might say the wrong words and displease you
Afraid for love to fade Before it can come true

Like a child again I'm out and lost for words
How does one define a crush combined with longing
Longing to possess you, oh so dearly
And I'm obsessed by you completely
I'll go mad if I can't have you

I can't let you pass me by I just can't let you go
But I know that I'm much too shy to let you know
Afraid that I might say the wrong words and displease you
Afraid for love to fade Before it can come true

I can't let you pass me by I just can't let you go
Let me say the things and say words to let you know
I would rather say the awkward words than lose you
Or for love to fade Before it can come true

Semoga lagu ini gak buat kalian terpuruk tapi semakin semangat dan pantang menyerah. Semangat!! ^_^ (fep)

Rabu, 15 Oktober 2014

Gresik Punya Ceritaku

Kali ini minggu kedua
Gambar 1. Semanggi
aku tinggal di kabupaten Gresik, sama seperti pertama datang ke sini hawa panas yang selalu aku ingat. Minggu ke-2 kali ini, aku berolahraga di Gor dekat kawasan PG, aku kira sudah jarang tanaman berdaun hijau tetapi saat aku berolahraga di sini banyak sekali pohon berdaun hijau meskipun banyak tanaman lain yang meranggas. Di sisi lain, aku melihat beberapa orang bermain golf, pandangan yang sama juga terlihat di sana ada rumput yang berwarna hijau tua dan ada yang kuning kecoklatan karena kekeringan (maklum di sini memang setiap hari panas... hohoho). Dua ratus meter dari lapangan golf, aku dan temanku berhenti sejenak menonton pertandingan sepak bola junior sambil diiringi lagu-lagu dari Ebiet (semoga saja adik-adiknya gak ngantuk dengerinnya karena genre musik yang berbeda.. hehehe).

Setelah itu, kami melanjutkan jalan kaki mengelilingi Gor, setelah satu putaran Gor sudah terlewati kami memutuskan untuk menyewa sepeda ontel dengan KIB yang hanya bisa kita nikmati sebulan ini. Kemudian, kami melanjutkan olahraga dengan mengayuh sepeda ontel tadi beberapa putaran dan mengembalikan sepeda ontel ke tempat penyewaan tadi. Perjalanan kami teruskan ke Alun-alun kabupaten Gresik, di sana kami membeli makanan namanya “semanggi”. Kata temanku sih makanan ini khas Surabaya (maklum baru pertama dengar sih). Kenapa makanan ini disebut semanggi? Ya karena makanan ini terdiri dari sayur semanggi (dikukus), sayur bunga turi dan bayam (direbus) serta tambahna kerupuk atau peyek lalu ditambahkan bumbu kacang sejenis pecel cuma bedanya di sini bumbunya hanya terdiri dari kacang yang dihaluskan dan gula merah... (untuk para vegetarian perlu dicoba deh makanan ini :9).

Sambil berkuliner ria kami menonton adik-adik SMP bermain bola kasti dengan bersemangat :D (maklum lah sudah lama kita gak pernah main kasti lagi). Setelah selesai berkuliner, kami melanjutkan jalan-jalan ke taman di area perumahan PG. Baru pertama masuk, aku melihat nama jalan-jalan di area itu serasa aku melihat unsur periodik di papan nama jalan tersebut.. hahaha. Ada jalan Asam Sulfat, Urea, dll. Di taman ini kami hanya sebentar dan melanjutkan untuk pulang. Pagi ini dimulai dengan hal-hal positif (3 jam yang berharga daripada dibuat tidur, ya kan? :D. 
Ceritanya cukup sekian ya, lain kali dilanjutkan dengan cerita yang berbeda. Semangat pagi setiap hari, insyaAllah hidup lebih indah. :) (fep)

Senin, 07 Juli 2014

Juli Punya Cerita

Bulan Juli merupakan bulan urutan ke-7 di kalender Masehi. Namun, setiap bulan ini aku mendapat hadiah dari Allah SWT dalam bentuk yang berbeda-beda. Ada duka dan bahagia, semua sudah menjadi ketetapan-NYA. Aku sebagai manusia hanya bisa berdoa, bertawakal, dan percaya pasti semua keputusan-NYA pasti indah untuk umat-NYA yang taat.

Dua puluh tiga tahun lalu tepat di pertengahan bulan Juli, Allah memberikan anugerah terindah untuk ibu dan bapakku setelah beberapa tahun menunggu anugerah itu akhirnya aku muncul meramaikan suasana keluarga kecil ini. Alhamdulillah sampai sekarang kami masih diberi panjang umur dan kesehatan oleh-NYA. Kemudian di bulan Juli tahun 2010, ketika aku akan menjadi mahasiswa, nenekku yang paling aku sayang diambil oleh-NYA. Saat itu aku masih belum mengerti mengapa orang yang paling aku sayang harus diambil disaat aku berencana menutup auratku dengan hijab. Terlintas pertanyaan dalam benakku, “Apa mungkin Allah membenciku?.” Namun, pertanyaan itu sudah terbantahkan seiring berjalannya waktu. Itu memang sudah takdir yang Allah tetapkan seperti rukun iman yang ke-6. Di bulan Juli juga di tahun yang berbeda, aku mendapat anugerah dariNYA kuku jempol kaki yang harus dilepas karena tertimpa pompa. Ya ini memang anugerah yang penuh hikmah, hikmahnya yaitu kita sebagai menusia harus lebih bersyukur dengan apa yang sudah kita punya dan menjaga dengan baik apa yang sudah diberikan oleh-NYA untuk kita (umatnya).

Bulan Juli tahun 2013, aku dan teman-temanku melaksanakan Pengalaman Belajar Lapangan (PBL) yang mengharuskan kita tinggal di desa dan mengentaskan masalah kesehatan dengan peran serta masyarakat juga tentunya. Di desa tersebut, kami makin bersyukur dengan keadaan kita dimana kita masih bisa makan makanan bergizi dengan akses yang mudah. Sementara, di salah satu dusun di desa tersebut harus berkilo-kilometer mendapatkan makanan seperti yang kita makan di rumah. Selain itu, jika di rumah kita sudah bisa menikmati MCK yang bersih dan layak, hal ini tidak berlaku untuk masyarakat yang tinggal di sana. Hikmahnya kita harus selalu bersyukur setiap hari, bersyukur lebih lagi tiap hari. Jangan menganggap kita itu tidak disayang oleh Allah yang sudah memberi rezeki kepada umat-NYA.


Di tahun 2014 ini di bulan yang sama, tepatnya tanggal 5 Juli kemarin aku mendapatkan kabar yang membuat aku tak percaya. Salah satu sahabatku Lisa menelponku dan memberi kabar tak mengenakkan itu. “Mbah udah lihat WhatsApp? Kata teman-teman Lita meninggal dunia karena kecelakaan,” kata Lisa. Saat itu, rasanya seperti mimpi aku takut itu kabar berita yang benar tetapi aku masih percaya mungkin itu hanya kabar burung. Beberapa menit kemudian, aku dan Lisa beserta adik kosnya berangkat menuju RS Subandi. Di sana kami bingung mau ke bagian apa. Kami menelepon nomor teman-teman kami, tetapi tak satupun telepon kami diangkat. Namun, kemudian kami berpapasan dengan salah satu teman kami di pintu masuk dan dia membenarkan berita tersebut. Air mata tak tertahankan, kami bergegas ke kamar mayat. Saat kami menuju ke sana, kami berpapasan dengan teman-teman kami lagi dan berkata almarhum sudah dimasukkan di ambulance dan menuju ke rumahnya. Kami kembali ke depan dan berkumpul dengan teman lainnya, tepat di belakang kami berkumpul terdapat mobil polisi yang membawa motor yang penyok. Aku berpikir apa itu motor yang dikendarainya? Jujur aku masih tak percaya kalau itu dia. Sebelum kejadian di Sabtu malam yang menyedihkan ini, aku, dan teman-temanku termasuk almarhum bercanda bersama dan bercerita. Kami begitu bahagia tak ada yeng pernah berpikir itu adalah hari terakhirnya dengan kami. Padahal saat itu dia bahagia sekali karena proposal skripsinya sudah diacc oleh dosen pembimbingnya, dan minggu ini kalau jadi dia (almarhum) akan melaksanakan seminar proposal skripsinya. Namun, Allah punya skenario lain untukmu sahabat. Semoga kamu tenang di alam sana, amal ibadahmu diterima oleh Allah SWT, dosa-dosamu diampuni, dan keluarga yang kamu tinggalkan sabar dan tabah menjalani takdir Allah ini. Hal yang masih membuat dadaku sesak ketika Lisa (tante) dan Ratri bercerita tentang kamu yang bersemangat ingin mempersiapan rencana kejutan di hari ulang tahunku jauh-jauh hari. Rasanya aku tak pantas menerima itu, karena saat hari ulang tahunmu saja aku selalu telat untuk mengucapkannya.

Semoga kamu masuk surga mbah Lita (almarhum). Selamat jalan sahabatku Lita Deristya (panggilan akrab “Mbah”). Sabarmu, pintarmu, tawamu, tulisanmu, komentarmu, ide kreatifmu, nasihat dan wejanganmu akan selalu aku rindukan. Tahun ini terakhir kita main bulutangkis di dekan cup, alhamdulillah atas kerja keras kita, 3 kali kemenangan masih kita raih. Satu hal lagi, aku masih memasang foto kita berempat dan masih memasang jam dinding dengan foto-foto kita yang tertempel di dalamnya. Selamat jalan sahabatku, semoga kamu tenang di sana :’) (Lita Deristya, 4 April 1993-5 Juli 2014). (fep)

Sabtu, 15 Februari 2014

Kisah Anak Manusia


Aku kira setelah lulus SMA, lalu kuliah aku menemukan sesuatu yang berbeda seperti mata pelajaran yang lebih spesifik daripada di waktu SMA dulu. Kalau begini jadi teringat perkataan temanku, katanya sih kalau kuliah itu ilmunya cuma satu, maksudnya kalau kamu di sini ambil biologi ya belajar biologi ja, kalau masuk fisika ya belajar fisika ja, dll. Namun kenyataannya, aku masuk di FKM dan bertemu lagi dengan banyak mata kuliah yang tidak spesifik seperti kata temanku. Huohoho, di luar bayangan deh, ilmunya macem-macem. Namanya saja Fakultas Kesehatan Masyarakat jadi banyak aspek yang harus dipelajari.

Di samping hal itu, ternyata aku menemukan sesuatu yang berbeda di awal masuk kuliah, ada ospek dan serentetan kegiatan lainnya. Di sinilah awalnya aku kenal dengan mereka (mbah, tante, dan ratri). Meski kita tahu wajah tapi terkadang kita lupa nama, dan enggak secara formal sih kita berkenalan. Entah mereka mengingat pertama aku mengenal mereka satu persatu atau tidak (maklum lah aku kan belum terkenal seperti sekarang>> terkenal sm jempolnya.. hohoho *ngawur).

Pertama, aku mengenal sosok perempuan yang menurutku kalem, waktu semua MABA dari segala jurusan kumpul di satu lapangan belakang gedung Soetardjo dia dengan serius dan antusias melihat tontonan gerakan pencak silat yang diperagakan oleh kakak-kakak di salah satu paguyupan pencak silat. Dari kekalemannya siapa sangka ternyata dia tomboy juga (LOL). Sebut saja dia dengan “mbah”, panggilan akrab yang diberikan olehku padanya dan sekarang yang lain juga memanggilnya seperti itu. Peace ya mbah!! :D Sebenarnya sih nama aslinya bagus... Jeng-jeng biasanya dia dipanggil Lita Deristya (alias mbah).

Kedua, pertemuan dengannya terjadi saat awal masuk kulaih biologi kesehatan aku mendapat tugas membuat makalah dengan tim yang dibentuk kira-kira waktu itu ada lima orang dan salah satunya yaitu “tante” panggilan akrabku untuknya... hehehe.. Nama asli tante itu Meilisa Fani, bisa juga dipanggil kak mel, atau JC (nama idolanya). Mitos atau faktanya sih dia salah satu Afganisme yang ada di Indonesia, Congratulation ya tante buat gelarnya itu.. Hihihi... Saat itu aku belum kenal betul dengan dia, tapi sekarang udah tahu dia wanita cantik yang berjanji sama kita (aku, mbah, ratri) pakai rok di kampus waktu kuliah, dan sampai sekarang belum dikabulkan permintaan kami.. Hohoho.. Satu lagi yang hampir terlewatkan dia penyuka badminton, bukan penyuka tapi penggila segila-gilanya deh. Dia rela nonton LIVE badminton dan dengan kepedeannya dia selalu minta foto dengan atlit kesayangannya. Tahun ini (2014) dia berhasil bertemu, minta ttd dan berfoto bersama TH (atlit badminton yang disukainya semenjak SD) *Congratulation ya te

Ketiga, Ratri dia tetap dianggil dengan namanya yang bagus itu. Temanku yang satu ini kelahiran Bondowoso, tapi dia lebih suka dipanggil anak Jogja. Why? Ya karena semua family dan kerabat terbanyak di sana, dia bisa ada di Bondowoso karena ayahnya yang bekerja di salah satu instansi Bondowoso yang mengharuskan dia, ibu, dan ayahnya tinggal di sana. Salut aku dengan dia karena dia bisa berbicara banyak bahasa misalnya Jawa, Madura, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan tidak menutup kemungkinan dia bisa menguasai bahasa lainnya. Impian dia saat ini ingin menjadi ahli Gizi dan sepertinya dia ingin membuka depot atau katering sehat untuk menyalurkan hobi dan keahliannya di bidang gizi. Selamat dan semangat Ratri!!

Semangat buat kita semua, semoga Allah memudahkan urusan kita semua. Amiin.. Kita bertemu lalu menjadi akrab dan terbentuknya berteman itu suatu anugerah dariNYA yang wajib kita rawat, karena tali silaturahmi dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua. Semoga tali silahturahmi ini tetap terjaga sampai akhir hayat kita. Amiin. Meski masalah datang silih berganti, aku yakin kita semua bisa menghadapinya, karena besar masalah kita itu sesuai dengan kemampuan kita. Percayalah!! Di tahun 2014 banyak kejutan untuk kita, bersiaplah!! ^_^ (fep)

Seperti Krupuk

Seperti Krupuk

Seperti kerupuk aneh ya judulnya. Ini cerita beneran kayak krupuk “kriuk-kriuk”. Ringan tapi penuh resiko.. huehehe alay ya. Langsung ja ke topik deh..
Sedikit curhat ya, kemarin aku menghadiri acara pernikahan sodaraku. Semua saudara dan kerabat datang dan posisiku saat itu duduk di antara bude dan tante. Tiba-tiba bude bertanya kepada ku,”Pacarnya anak mana ka?” Aku menjawab,”gak punya bude.” (sambil senyum dan malu-malu). Tapi bude malah gak percaya. Akhirnya terjadi percakapan kecil seperti ini:

Bude1 : mau dicariin bude ka?
Aq : Gak usah bude  (ekspresi bingung dan gak nyaman tapi tetap senyum)
Bude1 : Udah semester 8 masak gak punya pacar?
Aq : Gak punya bude *menegaskan
Bude1 : Ati2 lho, kalau udah kerja natar carinya malah sulit.
Aq : Lho kok bisa bude? *sambil mikir bingung
Bude1 : Ya bisa lah, kan kalau udah kerja lebih mentingin karir biasanya. Bisa sih cari tapi pasti kamu nya pemilih banget
Aq : -___-“

Dan alhamdulilah percakapan kecil itu berakhir ketika seorang sodara lain memotong pembicaraan kami karena suatu keperluan mendesak. Syukurlah, langsung saja aku pergi ke lantai atas dan ngobrol dengan sodaraku, sehingga bude gak akan mengangguku dengan pertanyaan-pertanyaan yang bingung aku menjawabnya untuk saat ini :)

Dari pertanyaan-pertanyaan itu aku bertanya pada diriku sendiri,”Apakah harus aku mengambil langkah untuk pacaran dalam waktu dekat?” Jujur aku belum berani. Pengalaman pertamaku yang disebut orang-orang sebagai “masa pacaran” itu ketika aku SMP kelas 2, berawal dari pertemuan bersama teman-teman sodaraku di rumah bude yang lain (bude2). Di sana aku bertemu untuk pertama kalinya, dan itu pun hanya teman. Satu minggu setelah pertemuan itu, ada SMS dari nomor baru muncul di Hpku. Aku buka dan aku membalasnya, ternyata dia teman sodaraku. Tiba-tiba dia bilang suka denganku saat awal kita bertemu. Saat itu aku tak pikir panjang, dan aku menerimanya karena ingin merasakan seperti apa sih pacaran. Namun, hal itu tak berjalan cukup lama, hanya 2 minggu saja kita memutuskan untuk berteman saja tanpa ada pertemuan lagi (hanya 1 kali pertemuan ketika di rumah bude2 saja). Hal itu aku maklumi karena aku hanya mencoba menjadi orang yang bukan diriku karena hati tak kan pernah menipu untuk tidak melakukan apa yang orang-orang agungkan yaitu pacaran, aku lebih asik dengan duniaku bersama teman-teman dibanding  keluar dengannya. Untuk kemarin dan saat ini aku tidak mau kalau aku disebut pernah pacaran, karena dia hanya temanku saja tidak lebih. Aku dan dia juga saling komunikasi dan menjalin hubungan baik, dia punya teman spesial baru pun tak ada rasa cemburu, saling menyapanya, dan tak pernah aku sekali saja stalking tentang dia karena dari pertama bertemu sampai sekarang aku dan dia hanya berteman. Ada orang yang dari dulu sampai sekarang aku menyimpannya untuk diriku sendiri. Kepribadiannya, kepintarannya, ketegasannya, dan kesederhanaannya membuat aku terpikat. Hanya bertegur sapa saja aku sudah senang, pertemuan saat masa biru putih itu tak pernah aku lupakan. Dia yang mengajarkan arti hitam di atas putih (hanya aku dan dia yang tahu) ^__^

Kenangan indah, saat itu dan aku tak mengira kita akan bertemu lagi di perlombaan antar SMA karena kita berbeda SMA. Di sana kutemui dia, dan kita hanya berbicara ringan. Saat itu aku hanya menganggap dia sebagai kakak manis yang baik dan sebaliknya dia hanya menganggapku sebagai adik lincah yang periang. Memang skenarioNYA begitu indah, eitss asal kita sebagai manusia jangan lupa harus tetap selalu bersyukur dan tidak lupa beristighfar meminta kepadaNYA. SkenarioNYA lah yang membuat kita, dan mungkin Anda bertemu satu sama lain di suatu tempat yang tak pernah kita bayangkan sebelumnya. Untuk masalah jodoh, tenang saja Allah sudah mengaturnya. Jangan panik ya kalau sekarang masih singgle... Hehehe. Kalau ada yang masih galau pengen pecaran atau gak coba ja deh baca bukunya Ust.Felix Y Siauw yang judulnya “Udah Putusin Aja!” *recommended (bukn promosi lho ya) hehehe. (fep)


Jumat, 06 Desember 2013


Rasa Sunyi


Aku ingin kau tahu perasanku
Melewati semua tanpamu di sini
Kadang ku menyesal, ku merasa hampa
Membiarkanmu pergi meninggalkanku sendiri

Meski ku merasa sepi
Tapi ku tahu kamu sedang bahagia ooh
Rasa sunyi tolonglah kau pergi
Jangan kau kembali

Rasa sunyi tolonglah jangan menghantui
Ku ingin kau berhenti membuatku sedih
Ingin rasanya aku dengar suaramu
Hanya tuk sekedar redakan rinduku
Meski ku merasa sepi
Tapi ku tahu kamu sedang bahagia ooh

Rasa sunyi tolonglah kau pergi
Jangan kau kembali
Rasa sunyi tolonglah jangan menghantui
Ku ingin kau berhenti membuatku sedih

Rasa sunyi tolonglah kau pergi
Jangan kau kembali (jangan kembali)
Rasa sunyi tolonglah jangan menghantui
Ku ingin kau berhenti membuatku sedih

Lirik lagu "Rasa Sunyi" yang dinyanyikan oleh Sheryl Sheinafia yang punya suara merdu ini, rasanya memang pas buat malam ini. Menurutku ini salah satu musik “galau genre” hehe.. Kok bisa? Hmm, soalnya lagu ini menceritakan tentang seseorang yang telah pergi dalam kehidupanmu, dan dia sudah menemukan kebahagiaanya bersama orang lain. Di satu sisi, ketika kamu merasa kesepian, kamu mulai berimajinasi tentang dia (orang yang telah pergi), dan sekarang hanya tinggal penyesalan karena kesalahanmu masa lalu yang tak mau untuk mempertahankan dia di sampingmu. So, it’s time to MOVE ON ya!! ^_^ (fep)

Kamis, 24 Oktober 2013

Rintik Hujan

Kira-kira sudah hujan kelima di musim penghujan ini, sebenarnya belum waktunya musim kemarau berakhir tapi hujan tak mau tahu. Rintik-rintiknya membasahi tanah tempatku tinggal sekarang beda dengan rumahku yang masih musim kemarau. Sambil menunggu hujan reda, aku mendengarkan lagu-lagu Chirtian Bautista, lagu yang dominan romantis dan punya arti dalam banget.

Bulan-bulan sebelumnya aku merasa kurang bahagia dengan hidup ini, mungkin karena terlalu sering memikirkan banana. Apalagi disaat rintikan hujan musim lalu membasahi atap kamar kos yang menimbulkan suara klasik itu. Namun sekarang, hatiku sudah merasa bahagia karena banyak orang yang menginginkan hal ini terjadi padaku. Keluarga, saudara, teman-temanku kalian yang selalu memberikan semangat saat harapanku redup. Memang hidup harus selalu dengan semangat yang membara meski terkadang apa yang terjadi sebelumnya tak sama seperti yang diharapkan. Setiap hari aku selalu memikirkan apa yang terjadi padaku kemarin dan sekarang, memang tak ada yang salah jika semua dipikirkan secara positif, yang salah itu ketika kita memikirkan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Ingat waktu terus berjalan begitu juga dengan hidup kita, jika waktu bisa kembali aku ingin tidak pernah mengenalnya secara dalam, hanya sekedar tahu saja menurutku sudah cukup. Semua terjadi bukan secara kebetulan, ada kuasa Allah di dalamnya. Mengenalnya membuat aku bersyukur dalam hidup, tak ada manusia yang sempurna seperti dongeng yang sering didongengkan waktu kecil. Semua punya sisi yang tak akan pernah orang lain tahu tentang itu. 

Banana... dia tak pernah mengeluh tentang sakitnya di depan teman-temannya atau orang yang dianggap dekat olehnya yang hanya beberapa bulan dia kenal, mungkin dia tak tahu kalau aku tahu, padahal aku juga sudah tahu sejak pertama kali dia bilang di opname di RS tapi saat itu aku belum tahu pasti apa nama penyakitnya. Namun itu tak penting, karena sekarang aku sudah tahu dan aku juga tidak bisa membantunya hanya semangat yang bisa kuberikan. Saat ini aku juga tak bisa menyemangatimu
lagi, karena sudah ada rempeyek di sisimu. Saat ini aku hanya berharap yang terbaik untukku dan banana meski jalan sudah tak lagi sama, semoga bahagia menyertai kita. Hati lamaku sudah berganti dengan hati yang baru. Aku hanya perlu belajar, seperti salah satu judul novel karya bang Tere.

Saat rintik-rintik hujan jatuh lagi dikemudian hari, aku hanya akan mengingat mereka di sana dan itu bukan banana. Musim sudah berganti, hati juga berganti, dan waktu tak akan kembali maka selalu indahkan harimu dan perasaanmu dengan hal-hal yang positif. Percayalah setelah rintik hujan itu berhenti, pasti akan ada udara segar setelahnya. Seperti sekarang ini ada seseorang spesial yang selalu menunggumu dengan caranya yang membuatmu melupakan hal yang tak perlu lagi diingat. Hamasah!! (fep) :)