Sabtu, 15 Februari 2014

Kisah Anak Manusia


Aku kira setelah lulus SMA, lalu kuliah aku menemukan sesuatu yang berbeda seperti mata pelajaran yang lebih spesifik daripada di waktu SMA dulu. Kalau begini jadi teringat perkataan temanku, katanya sih kalau kuliah itu ilmunya cuma satu, maksudnya kalau kamu di sini ambil biologi ya belajar biologi ja, kalau masuk fisika ya belajar fisika ja, dll. Namun kenyataannya, aku masuk di FKM dan bertemu lagi dengan banyak mata kuliah yang tidak spesifik seperti kata temanku. Huohoho, di luar bayangan deh, ilmunya macem-macem. Namanya saja Fakultas Kesehatan Masyarakat jadi banyak aspek yang harus dipelajari.

Di samping hal itu, ternyata aku menemukan sesuatu yang berbeda di awal masuk kuliah, ada ospek dan serentetan kegiatan lainnya. Di sinilah awalnya aku kenal dengan mereka (mbah, tante, dan ratri). Meski kita tahu wajah tapi terkadang kita lupa nama, dan enggak secara formal sih kita berkenalan. Entah mereka mengingat pertama aku mengenal mereka satu persatu atau tidak (maklum lah aku kan belum terkenal seperti sekarang>> terkenal sm jempolnya.. hohoho *ngawur).

Pertama, aku mengenal sosok perempuan yang menurutku kalem, waktu semua MABA dari segala jurusan kumpul di satu lapangan belakang gedung Soetardjo dia dengan serius dan antusias melihat tontonan gerakan pencak silat yang diperagakan oleh kakak-kakak di salah satu paguyupan pencak silat. Dari kekalemannya siapa sangka ternyata dia tomboy juga (LOL). Sebut saja dia dengan “mbah”, panggilan akrab yang diberikan olehku padanya dan sekarang yang lain juga memanggilnya seperti itu. Peace ya mbah!! :D Sebenarnya sih nama aslinya bagus... Jeng-jeng biasanya dia dipanggil Lita Deristya (alias mbah).

Kedua, pertemuan dengannya terjadi saat awal masuk kulaih biologi kesehatan aku mendapat tugas membuat makalah dengan tim yang dibentuk kira-kira waktu itu ada lima orang dan salah satunya yaitu “tante” panggilan akrabku untuknya... hehehe.. Nama asli tante itu Meilisa Fani, bisa juga dipanggil kak mel, atau JC (nama idolanya). Mitos atau faktanya sih dia salah satu Afganisme yang ada di Indonesia, Congratulation ya tante buat gelarnya itu.. Hihihi... Saat itu aku belum kenal betul dengan dia, tapi sekarang udah tahu dia wanita cantik yang berjanji sama kita (aku, mbah, ratri) pakai rok di kampus waktu kuliah, dan sampai sekarang belum dikabulkan permintaan kami.. Hohoho.. Satu lagi yang hampir terlewatkan dia penyuka badminton, bukan penyuka tapi penggila segila-gilanya deh. Dia rela nonton LIVE badminton dan dengan kepedeannya dia selalu minta foto dengan atlit kesayangannya. Tahun ini (2014) dia berhasil bertemu, minta ttd dan berfoto bersama TH (atlit badminton yang disukainya semenjak SD) *Congratulation ya te

Ketiga, Ratri dia tetap dianggil dengan namanya yang bagus itu. Temanku yang satu ini kelahiran Bondowoso, tapi dia lebih suka dipanggil anak Jogja. Why? Ya karena semua family dan kerabat terbanyak di sana, dia bisa ada di Bondowoso karena ayahnya yang bekerja di salah satu instansi Bondowoso yang mengharuskan dia, ibu, dan ayahnya tinggal di sana. Salut aku dengan dia karena dia bisa berbicara banyak bahasa misalnya Jawa, Madura, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan tidak menutup kemungkinan dia bisa menguasai bahasa lainnya. Impian dia saat ini ingin menjadi ahli Gizi dan sepertinya dia ingin membuka depot atau katering sehat untuk menyalurkan hobi dan keahliannya di bidang gizi. Selamat dan semangat Ratri!!

Semangat buat kita semua, semoga Allah memudahkan urusan kita semua. Amiin.. Kita bertemu lalu menjadi akrab dan terbentuknya berteman itu suatu anugerah dariNYA yang wajib kita rawat, karena tali silaturahmi dapat memberikan manfaat yang besar bagi kita semua. Semoga tali silahturahmi ini tetap terjaga sampai akhir hayat kita. Amiin. Meski masalah datang silih berganti, aku yakin kita semua bisa menghadapinya, karena besar masalah kita itu sesuai dengan kemampuan kita. Percayalah!! Di tahun 2014 banyak kejutan untuk kita, bersiaplah!! ^_^ (fep)

5 komentar:

  1. mbah.. nyantumkan namaku harus ada bayarannya :D

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. mbah ingat umur ya, gak boleh matre. Banyak sodaqoh kan indah mbah.. hehehe

    BalasHapus
  4. turut berduka, semoga almarhum mendapat tempat dan ridho disisi Nya,
    semoga kalian menjadi sahabat yang abadi, dengan doa yang tulus dan iklas
    amin

    BalasHapus
  5. Amiin, semoga almarhum tenang di sana. Makasih mas :). Maaf mas baru balas, sukses mas dunia dan akhirat. Amiin

    BalasHapus