Kamis, 29 Agustus 2013

Everlasting Friendship

Dalam sepi aku berfikir terkadang hidup ini begitu simple, sesimple yang kita bayangkan dan terkadang serumit yang kita fikirkan. Begitu juga dengan persahabatan putih abu-abuku. Sudah tiga tahun setelah perpisahan itu, kita menuju gerbang masing-masing dalam kehidupan kita. Menuju masa depan yang kita inginkan, meski berbeda-beda kita selalu support satu sama lain. Inilah yang dinamakan sahabat sejati, tak kenal lelah selalu berusaha membantu yang lain saat dibutuhkan, menghibur saat yang lain terluka, dan mengingatkan disaat yang lain lupa :’)

Kita tak tahu kelak kita akan jadi apa. Berenam kita layaknya pelangi yang berbeda warna dan karakter kita, tapi bisa melebur jadi satu. Terkadang lucu juga sih, kita gak selamanya berteman dengan keadaan enjoy. Saat-saat tertentu kita juga bisa jadi panas (maksudnya bertengkar sob), saat itulah kita diuji.. (hehehe kayak apa ja ya pakai uji-ujian, emang penelitian gitu pakai uji segala) LOL...

Kita itu bersahabat mulai SMA, gak seperti persahabatan kelompok-kelompok lain kita itu “unname”. Jadi kita gak punya julukan spesial seperti kelompok-kelompok geng atau yang lainnya pada umumnya. Hmm, tapi itu gak jadi masalah kok.. Kita terdiri dari 6 orang dengan karakter berbeda-beda. Lucunya dari persahabatan kita ini, ada satu orang dari dulu gak bisa akur dan ending-endingnya jadi sahabat. Gak tahu juga sih, apa aja bisa jadi bahan ribut dua orang ini, yang kita omongin ini itu sahabatku “ Nop” sama aq.. Hehehe maklum kita itu layaknya tom & jerry saat-saat tertentu saja kok bertengkarnya selebihnya kita bisa jadi teman yang sangat baik, SUERR deh (Be cool :D )... Oh iya lupa, kita itu satu universitas, dan yang lebih gak percayanya kita itu satu fakultas :O.. Emang udah takdirnya kalee kalau orang yang sering ribut dijadiin lebih dekat sama Allah biar tali silaturahminya gak putus #positif thinking

Ada juga yang dari dulu suka dandan, pinter bahasa Inggris, supel, dan cerewet tapi dia itu lebih banyak pengalaman  hidup spesifikasinya sih soal cowok.. Heehehe peace Sari ^_^ Tapi beneran dia lebih dewasa dibanding 5 teman lainnya.. Prok prok prokk buat Sari. .. Saat ini dia punya cowok baru yang bisa buat dia lebih baik lagi daripada pasangan sebelumnya. Alhamdulilah dia sekarang berhijab. Ehmm, kalau mau mendiskripsikan temanku yang satu ini terlalu panjang jadi aku cukup jelasin segitu ja ya..
Untuk temanku yang lainnya namanya Lusi, dia tipe orang pendiam dan bercita-cita mulia ingin meneruskan perjuangan Pak Jarwo selaku guru kita di masa putih abu-abu dulu.. Keinginan terpendamnya saat ini dia ingin sekali jadi peneliti seperti waktu magang kemarin di Salatiga.. WOW, Ganbatte sist!! Semoga cita-citanya cepat dan bisa tercapai. Amiin..

Wisuda, kata yang tak asing untuk kita selaku mahasiswa akhir yang ingin sekali bertemu dengan moment spesial itu. Eits, tapi tunggu dulu itu bukan kata-kata yang kita maksud tapi itu nama dari salah satu teman baikku. Iya namanya “Wisuda” namanya itu ada saat ayahnya diwisuda jadi untuk mengenangnya, kedua orang tuanya menghadiahkan nama indah itu untuknya. Tapi satu hal yang selalu buat kita cengar-cengir saat dia berkenalan dengan teman baru, pasti dia bilang kalau namanya Kiki,, Hehehe gak tahu alasannya kenapa padahal namanya kan udah keren gitu. Ngomong-ngomong soal dia, alhamdulillah kurang satu bulan lagi dia mendapat gelar Amd.Keb. Congratulation sist :) ... Benar-benar senang deh kalau semuanya bahagia gini..
Oh iya satu lagi teman baikku, namanya “Rizki”, dia yang dulu malas banget olahraga, gak bisa renang, dan kalau lomba lari pasti dia nomor tiga dari belakang. Pati deh kamu gak nyangka dan bakal gak percaya kalau saat ini ya saat ini (sekarang lah masak besok), dia jadi angkatan udara.  Selamat dan semangat sist!! Perjuangannya benar-benar WOW, panjang banget kalau dijelaskan disini. Tapi aku bangga banget sama kalian my best friends  :*.. Saat ini dia udah dapat gaji sendiri gak kayak 5 temannya yang lain dan dia juga dapat beasiswa untuk meneruskan studinya jadi bidan angkatan udara.. :’)

Saat ini kita berenam menunggu dan terus berusaha dengan apa yang kita cita-citakan saat ini jadi NYATA. Untuk jodoh masing-masing sudah punya “cem-ceman” sendiri-sendiri, dan untukku sendiri aku belum berani melangkah. Ngomongin ini, banyak banget gosip soal aku yang dibuat sendiri oleh temanku SMP maupun SMA, dan semuanya sama padahal mereka juga gak pernah kenal. Satu nama yang sampai saat ini dibuat sebuah doa oleh mereka untukku. Sayangnya, sudah tiga tahun ini setelah perpisahan itu aku sudah gak ketemu lagi dengannya. Bagaimana dia sekarang? Apakah sudah ada pengisi hatinya yang baru? Aku juga belum tahu.. Ya jodoh itu memang misteri, semoga doaku, doanya, dan doa kalian diijabah oleh Allah. Amiin... Inilah sepenggal kisah persahabatan putih abu-abuku yang tak terlupakan dan akan selalu ada samapai sekarang dan hari-hari selanjutnya. Amiin ^_^ GM (fep)

Tentang Seseorang

Akhir-akhir ini aku selalu memikirkan sesuatu yang mungkin kata orang “ngapain tuh dipikirin!”. Ini ceritaku ketika aku masih MABA, saat itu aku mengambil mata kuliah umum (MKU), karena ada mata kuliah kampus dengan MKU yang kres maka aku ganti kelas ke kelas Z dengan dosen PJMK sama dari kelas sebelumnya yang kuambil.

Pertama kali masuk kuliah di kelas MKU baru aku datang telat (biasalah aku kan orang sibuk berteman sama bantal*eh.. hehehe jangan ditiru ya!!). Ketika itu kuliah sudah dimulai dengan kelompok 1 yang mengawali presentasi, saat aku di kelas sebelumnya aku juga sudah presentasi karena di kelas lain aku juga kelompok 1. Presentasi pun selesai saatnya tanya jawab antara audiace dengan kelompok yang presentasi. Saat itulah aku bertemu dengan dia. Menurutku, dia orang baik, sederhana, pintar, tapi agak tertutup. Dia juga suka ke perpustakaan pusat pinjam buku sebagai referensi kuliah. Saat itu aku tahu dia suka sekali dengan buku tebal berbahasa Inggris. Hmm, perlu ditiru nih..

Hari-hari berikutnya kita berteman baik, dan seperti itu setiap kuliah. Saat aku punya niat bolos pun dan kira-kira kalau masuk ke kelas sudah telat 45 menit, dia masih saja sibuk mengabariku lewat sms, menyuruhku datang hanya sekedar absen (maklum dulu belum kenal yang namanya TA= Titip Absen). Kebiasaanku saat kuliah diskusi bersama dia dan teman-teman kuliah lainnya. Selesai UAS MKU itulah perpisahan aku dan dia, dan kita tak pernah ketemu lagi. Inilah awal dari kisahku.

Kita  gak akan pernah tahu takdir Tuhan, saat itu aku sudah lost kontak dengan dia dan tiba-tiba dia sms aku menayakan kabarku tapi saat itu aku memang jarang pegang hp, jadi aku gak tahu dia sms dan saat aku baca gak langsung tak balas dan akhirnya lupa deh.. hmm.. (kebiasaan buruk). Hari-hari berikutnya dia sms lagi dan akhirnya sms dia pun aku balas. Dia pun membalas “alhamdulilah akhirnya sms-ku dibalas juga”.. (Ini mungkin sejenis orang yang nungguin bis di halte, dan akhirnya datang juga) Heeehehe.. Komunikasi kita pun berlanjut lama, dan selanjutnya aku  tahu misi dia rutin berkomunikasi denganku. Memang gak salah pepatah ”ada udang di balik batu”, terkadang orang asing yang mendekatimu itu punya maksud kepadamu, entah itu baik atau pun buruk. Husnulzhon saja ya :)

Mungkin pepatah “Tresno jalaran soko kulino” bisa menggambarkan perasaanku padanya saat itu kira-kira itu terjadi berbulan-bulan lamanya. Rasa yang lama tak muncul lagi padaku, akhirnya muncul lagi. Meski disaat itu aku juga masih setia menunggu seseorang yang entah sampai kapan aku harus sabar menunggunya. Ya itulah perasaan... Saat itu dia memutuskan untuk tak mencoba mendekati aku lagi karena dia tahu tentang kisahku menunggu seseorang, dia mundur, iya dia mundur dan tak mau menggangguku lagi. Saat itu aku harus terbiasa dengan kenyamanan saat aku bersamanya meski jarang sekali kita bertemu kita hanya berkomunikasi lewat hp. Aneh ya?? Iya karena kita sama-sama tak berani mengeluarkan batang hidungnya masing-masing. Rasa kangen datang dan aku mencoba sebisa mungkin menahannya, hampir sebulan kita tak berkomunikasi tiba-tiba dia sms kepadaku dan bilang kalau dia kangen saat-saat dulu bersms ria, aku juga tak bisa membendungnya juga tanpa pikir panjang aku juga membalas smsnya. Hari-hari begitu menyenangkan, semangat itu datang lagi. Terima kasih ya.... Namun, kisah itu tak bisa bertahan lama, ini tentang mantan dan orang tua terutama sang ibu. Ibunya sangat menyukai sang mantan, dan kalian tahu sang mantan juga masih menyukainya dan setiap puasa senin-kamis dia dan sang mantan sering berbuka puasa bersama. Tapi ini bukan masalahnya, namun tentang bagaimana menjaga perasaan ibu, memang aku belum pernah bertemu dengan ibunya karena rumahnya jauh dari rumahku (luar kota tapi masih dengan provinsi yang sama). Inilah nyaliku hanya secuil tak berani (aq payah). Dia pun kecewa dan mungkin marah sekali denganku. Saat itu aku bisa berani untuk mundur karena aku bertanya tentang pilihan “Kalau kamu disuruh pilih mantan atau aku, kamu pilih mana?” Dia pun menjawab “bingung”. Saat itulah aku yakin aku harus berani dan berat hati untuk menyuruhnya pergi dari kehidupanku. Mungkin jika saat itu dia menjawab dengan jawaban “kamu”, aku pasti bertahan denganmu saat itu sampai sekarang. Namun, itulah yang terjadi aku hanya seorang wanita yang menginginkan hati pasangannya memilih ibunya dan aku, bukan bingung. Meski aku tahu tentang pain of sick yang dia pendam sendiri, meski aku sebenarnya sudah tahu, hatiku tak akan tergoyahkan karena aku memilih kamu karena aku tak memikirkan risiko yang terjadi padamu kelak, meski kamu harus minum obat tiap hari sampai kamu bosan. Namun, saat aku memberi pilihan untuk memilih aku atau sang mantan kamu tak menjawab secara tegas, tapi kamu menjawab “bingung”.

Aku hanya butuh jawaban pilihanku adalah kamu, bukan bingung. Inilah pilihan hidup kita, kamu sudah bahagia bersama orang pilihanmu. Dan aku, entahlah mungkin untuk melupakanmu aku harus membuka hati untuk orang lain meski aku tak suka. Karena dulu yang aku tunggu lama yang pernah aku ceritakan kepadamu sudah pupus saat aku memilihmu. Entahlah... Semoga ini memang yang terbaik untuk kita, semua ini tak lepas dari campur tanganNYA, berprasangka baik saja pasti bahagia akan datang diwaktu yang tepat... Percaya deh pokoknya, oh iya jangan lupa ridho Allah itu tergantung ridho orang tua. Jadi taatlah selalu kepada kedua orang tuamu ya!! :) (fep)