Tentang Seseorang
Akhir-akhir ini aku selalu memikirkan sesuatu yang mungkin kata orang “ngapain tuh dipikirin!”. Ini ceritaku ketika aku masih MABA, saat itu aku mengambil mata kuliah umum (MKU), karena ada mata kuliah kampus dengan MKU yang kres maka aku ganti kelas ke kelas Z dengan dosen PJMK sama dari kelas sebelumnya yang kuambil.
Pertama kali masuk kuliah di kelas MKU baru aku datang telat (biasalah aku kan orang sibuk berteman sama bantal*eh.. hehehe jangan ditiru ya!!). Ketika itu kuliah sudah dimulai dengan kelompok 1 yang mengawali presentasi, saat aku di kelas sebelumnya aku juga sudah presentasi karena di kelas lain aku juga kelompok 1. Presentasi pun selesai saatnya tanya jawab antara audiace dengan kelompok yang presentasi. Saat itulah aku bertemu dengan dia. Menurutku, dia orang baik, sederhana, pintar, tapi agak tertutup. Dia juga suka ke perpustakaan pusat pinjam buku sebagai referensi kuliah. Saat itu aku tahu dia suka sekali dengan buku tebal berbahasa Inggris. Hmm, perlu ditiru nih..
Hari-hari berikutnya kita berteman baik, dan seperti itu setiap kuliah. Saat aku punya niat bolos pun dan kira-kira kalau masuk ke kelas sudah telat 45 menit, dia masih saja sibuk mengabariku lewat sms, menyuruhku datang hanya sekedar absen (maklum dulu belum kenal yang namanya TA= Titip Absen). Kebiasaanku saat kuliah diskusi bersama dia dan teman-teman kuliah lainnya. Selesai UAS MKU itulah perpisahan aku dan dia, dan kita tak pernah ketemu lagi. Inilah awal dari kisahku.
Kita gak akan pernah tahu takdir Tuhan, saat itu aku sudah lost kontak dengan dia dan tiba-tiba dia sms aku menayakan kabarku tapi saat itu aku memang jarang pegang hp, jadi aku gak tahu dia sms dan saat aku baca gak langsung tak balas dan akhirnya lupa deh.. hmm.. (kebiasaan buruk). Hari-hari berikutnya dia sms lagi dan akhirnya sms dia pun aku balas. Dia pun membalas “alhamdulilah akhirnya sms-ku dibalas juga”.. (Ini mungkin sejenis orang yang nungguin bis di halte, dan akhirnya datang juga) Heeehehe.. Komunikasi kita pun berlanjut lama, dan selanjutnya aku tahu misi dia rutin berkomunikasi denganku. Memang gak salah pepatah ”ada udang di balik batu”, terkadang orang asing yang mendekatimu itu punya maksud kepadamu, entah itu baik atau pun buruk. Husnulzhon saja ya :)
Mungkin pepatah “Tresno jalaran soko kulino” bisa menggambarkan perasaanku padanya saat itu kira-kira itu terjadi berbulan-bulan lamanya. Rasa yang lama tak muncul lagi padaku, akhirnya muncul lagi. Meski disaat itu aku juga masih setia menunggu seseorang yang entah sampai kapan aku harus sabar menunggunya. Ya itulah perasaan... Saat itu dia memutuskan untuk tak mencoba mendekati aku lagi karena dia tahu tentang kisahku menunggu seseorang, dia mundur, iya dia mundur dan tak mau menggangguku lagi. Saat itu aku harus terbiasa dengan kenyamanan saat aku bersamanya meski jarang sekali kita bertemu kita hanya berkomunikasi lewat hp. Aneh ya?? Iya karena kita sama-sama tak berani mengeluarkan batang hidungnya masing-masing. Rasa kangen datang dan aku mencoba sebisa mungkin menahannya, hampir sebulan kita tak berkomunikasi tiba-tiba dia sms kepadaku dan bilang kalau dia kangen saat-saat dulu bersms ria, aku juga tak bisa membendungnya juga tanpa pikir panjang aku juga membalas smsnya. Hari-hari begitu menyenangkan, semangat itu datang lagi. Terima kasih ya.... Namun, kisah itu tak bisa bertahan lama, ini tentang mantan dan orang tua terutama sang ibu. Ibunya sangat menyukai sang mantan, dan kalian tahu sang mantan juga masih menyukainya dan setiap puasa senin-kamis dia dan sang mantan sering berbuka puasa bersama. Tapi ini bukan masalahnya, namun tentang bagaimana menjaga perasaan ibu, memang aku belum pernah bertemu dengan ibunya karena rumahnya jauh dari rumahku (luar kota tapi masih dengan provinsi yang sama). Inilah nyaliku hanya secuil tak berani (aq payah). Dia pun kecewa dan mungkin marah sekali denganku. Saat itu aku bisa berani untuk mundur karena aku bertanya tentang pilihan “Kalau kamu disuruh pilih mantan atau aku, kamu pilih mana?” Dia pun menjawab “bingung”. Saat itulah aku yakin aku harus berani dan berat hati untuk menyuruhnya pergi dari kehidupanku. Mungkin jika saat itu dia menjawab dengan jawaban “kamu”, aku pasti bertahan denganmu saat itu sampai sekarang. Namun, itulah yang terjadi aku hanya seorang wanita yang menginginkan hati pasangannya memilih ibunya dan aku, bukan bingung. Meski aku tahu tentang pain of sick yang dia pendam sendiri, meski aku sebenarnya sudah tahu, hatiku tak akan tergoyahkan karena aku memilih kamu karena aku tak memikirkan risiko yang terjadi padamu kelak, meski kamu harus minum obat tiap hari sampai kamu bosan. Namun, saat aku memberi pilihan untuk memilih aku atau sang mantan kamu tak menjawab secara tegas, tapi kamu menjawab “bingung”.
Aku hanya butuh jawaban pilihanku adalah kamu, bukan bingung. Inilah pilihan hidup kita, kamu sudah bahagia bersama orang pilihanmu. Dan aku, entahlah mungkin untuk melupakanmu aku harus membuka hati untuk orang lain meski aku tak suka. Karena dulu yang aku tunggu lama yang pernah aku ceritakan kepadamu sudah pupus saat aku memilihmu. Entahlah... Semoga ini memang yang terbaik untuk kita, semua ini tak lepas dari campur tanganNYA, berprasangka baik saja pasti bahagia akan datang diwaktu yang tepat... Percaya deh pokoknya, oh iya jangan lupa ridho Allah itu tergantung ridho orang tua. Jadi taatlah selalu kepada kedua orang tuamu ya!! :) (fep)

say... :)
BalasHapusin progress mbah.. :)
BalasHapus